04.02 -
No comments
No comments
KLASIFIKASI ANEMIA
Secara praktis anemia ditunjukkan oleh penurunan kadar hemoglobin, hematokrit atau hitung eritrosit.
KLASIFIKASI ANEMI BERDASARKAN MORFOLOGI DAN ETIOLOGI
I. Anemia hipokromik Mikrositer
- Anemia defisiensi zat besi
- Thalassemia major
- Anemia akibat penyakit kronik
- Anemia sieroblastik
- Anemia pasca perdarahan akut
- Anemia aplastik
- Anemiahemolitik didapat
- Anemia akibat penyakit kronik
- Anemia pada gagal ginjal kronik
- Anemia pada sindrom mielodisplastik
- Anemia pada keganasan hematologik
- Bentuk megaloblastik
- anemia defisiensi B12, termasuk anemia pernisiosa
- Bentuk non-megaloblastik
- anemia pada penyakit hati kronik
- anemia pada hipotirodisme
- anemia pada sindrom mielodisplastik
GEJALA UMUM ANEMIA
- Rasa lemah
- Lesu
- Cepat lelah
- Telinga mendenging
- Mata berkunang-kunang
- Kaki terasa dingin
- Sesak nafas
- Dispepsia
- Pucat
- HB < 7 g/gl
GEJALA KHAS MASING-MASING ANEMIA
- Anemia defisiensi besi : disfagia, atrofi papil lidah, stomatitis angularis, dan kuku sendok
- Anemia megaloblastik : glositis, gangguan neurologik pada defisiensi vitamin B12
- Anemia hemolitik : ikterus, splenomegali, dan hepatomegali
- Anemia aplastik : perdarahan dan tanda-tanda infeksi
GEJALA PENYAKIT DASAR
Gejala yang timbul akibat penyakit dasar yang menyebabkan anemia sangat bervariasi tergantung dari penyebab anemia tersebut. Misalnya gejala akibat infeksi cacing tambang : sakit perut, pembengkakakn parotis dan warna kuning pada telapak tangan. Pada kasus tertentu sering gejala penyakit dasar lebih dominan, seperti misalnya pada anemia akibat penyakit kronik oleh karena reumatoid.

.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar